BM News : Kecelakaan Tragis Pesawat Air India di Ahmedabad

About Us
Privacy Policy
Disclaimer
Contack Us

Kecelakaan Tragis Pesawat Air India di Ahmedabad

HM News - Hari itu dimulai seperti biasa di kota Ahmedabad. Matahari menyinari gedung-gedung tua dan pasar yang ramai di kawasan Meghaninagar. Di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, aktivitas tampak normal: petugas darat bersiap, penumpang berjalan cepat ke gerbang keberangkatan, dan di runway, pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India, penerbangan AI171, sudah dipersiapkan untuk mengudara menuju London Gatwick.

Penerbangan ini membawa 230 penumpang, sebagian besar warga India yang hendak mengunjungi keluarga di Inggris atau kembali bekerja, serta 12 awak kabin yang sudah terbiasa dengan rute panjang lintas benua. Tidak ada tanda-tanda bahwa perjalanan ini akan menjadi salah satu tragedi penerbangan paling kelam dalam sejarah India.

30 Detik yang Mengubah Segalanya

Pukul 13.38 waktu setempat, mesin jet berbunyi nyaring saat pesawat mulai melaju di landasan. Roda lepas dari tanah, dan AI171 pun mengudara. Namun, hanya dalam 33 detik setelah lepas landas, sesuatu terjadi.

Menara kontrol mencatat bahwa pesawat gagal mencapai ketinggian stabil. Bukannya naik, pesawat malah kehilangan ketinggian, seperti terjebak dalam vakum tak kasat mata. Dalam beberapa detik, Boeing itu turun tajam, menabrak bangunan asrama mahasiswa BJ Medical College, sekitar dua kilometer dari ujung landasan.

Ledakan besar terdengar, kaca-kaca pecah di rumah-rumah sekitar, dan langit yang sebelumnya cerah langsung diselimuti asap hitam pekat. Tubuh pesawat terbelah dan terbakar. Suara sirene ambulans, mobil pemadam, dan jeritan memenuhi udara.

Luka yang Tak Terlihat

Puing-puing pesawat berserakan di antara reruntuhan asrama yang hancur. Tim penyelamat bergegas ke lokasi, berjuang melawan api dan waktu. Dari 242 jiwa dalam pesawat, hanya satu orang selamat: seorang pria muda bernama Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India, yang ditemukan terluka namun sadar, beberapa meter dari reruntuhan pesawat. Ia duduk di kursi 11A, dekat pintu darurat, dan diduga melompat sesaat sebelum benturan.

Namun, di darat, tragedi tak kalah besar terjadi. Setidaknya 33 orang di permukiman sekitar tewas, termasuk beberapa mahasiswa yang sedang tidur siang setelah shift malam di rumah sakit. Puluhan lainnya menderita luka bakar dan trauma fisik serta psikologis yang tak mudah hilang.

Penyelidikan Dimulai

Otoritas Penerbangan Sipil India segera menutup sebagian bandara dan membentuk tim investigasi darurat. Kotak hitam pesawat—yang merekam data penerbangan dan suara di kokpit—ditemukan keesokan harinya, sebagian terbenam di bawah lantai beton yang runtuh.

Fokus awal penyelidikan mengarah pada roda pendarat yang belum sepenuhnya ditarik, dan kemungkinan gangguan pada sistem flap—bagian penting dalam pengangkatan pesawat saat lepas landas. Meski pilot memiliki lebih dari 10.000 jam terbang, waktu yang tersedia untuk bereaksi terlalu singkat.

Pakar keselamatan penerbangan internasional, termasuk dari AS dan Inggris, turut bergabung. Boeing dan GE Aerospace, produsen mesin pesawat, langsung dikontak. Dunia menyaksikan, dan tekanan meningkat.

Kemarahan dan Dukacita

Di seluruh India dan komunitas diaspora di luar negeri, duka menyelimuti. Banyak yang mempertanyakan keamanan maskapai dan kesiapan Boeing 787-8. Air India, yang baru beberapa tahun lalu kembali ke tangan Tata Group, mendadak menjadi pusat sorotan global.

Pemerintah India mengumumkan masa berkabung nasional selama dua hari dan janji kompensasi bagi keluarga korban. Di London, komunitas India-Inggris menggelar doa bersama di luar Kuil Neasden dan kantor Konsulat India.

Sementara itu, keluarga-keluarga di Ahmedabad masih menunggu identifikasi jenazah. Bau asap dan luka terbuka masih terasa di udara permukiman Meghaninagar. Rumah-rumah yang hangus kini menjadi simbol duka nasional.

Vishwash dan Kisah Bertahan Hidup

Satu-satunya penyintas, Vishwash Kumar, kini menjadi simbol harapan sekaligus pengingat rapuhnya hidup manusia. Ia mengalami patah tulang rusuk dan luka bakar ringan, namun masih mampu berbicara kepada tim penyelamat. Dalam wawancara singkat, ia berkata dengan suara gemetar:

“Saya dengar suara aneh… dan semuanya mulai bergetar. Saya panik, dan hanya ikut insting—saya membuka pintu darurat… setelah itu saya tak ingat apa-apa.”

Vishwash kini dirawat dalam pengawasan medis dan psikologis, dijaga ketat dari media, namun keberadaannya memberikan satu-satunya kabar baik dari bencana itu.

Apa yang terjadi & Kapan

Pada 12 Juni 2025, pukul 13:38 IST, Air India Flight AI171, sebuah Boeing 787‑8 Dreamliner dengan 242 orang (230 penumpang dan 12 awak), mengalami insiden serius hanya sekitar 30 detik setelah lepas landas dari Bandara Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad. Pesawat kehilangan ketinggian dan menabrak bangunan asrama di kawasan medis Meghaninagar, meledak dalam bola api besar

Korban Jiwa & Luka-luka
Dari total 242 orang di dalam pesawat (230 penumpang, 12 awak), sebanyak 241 orang tewas. Selain itu, 33 orang di darat tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka
. Identifikasi jenazah hingga Jumat, 13 Juni, mencatat 265 korban meninggal termasuk di darat

Satu Pejuang Hidup
Sekali, hanya Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India, selamat—diduga lewat pintu darurat karena duduk di kursi 11A. Ia kini dirawat di rumah sakit setempat.

Proses Penyelidikan
Kotak hitam (flight data dan cockpit voice recorder) ditemukan dan akan diperiksa oleh tim gabungan dari Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) India dengan dukungan dari otoritas AS dan Inggris. Fokus penyelidikan meliputi sistem mesin, flaps, dan mengapa roda pendarat tetap terbuka saat lepas landas . DGCA telah memerintahkan pemeriksaan tambahan terhadap armada Boeing 787‑8/9 mulai 15 Juni


Reaksi & Tindakan Pemerintah

  • PM Narendra Modi dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengunjungi lokasi dan menyampaikan bela sungkawa. Modiberjanji akan memberi dukungan penuh, termasuk kompensasi ₹1 crore (kurang lebih USD 116 000) per penumpang meninggal.

  • Maskapai Air India, kini dimiliki Tata Group, mengonfirmasi akan mendukung keluarga korban dan memfokuskan investigasi internal.

  • Beberapa negara, khususnya Inggris, menyampaikan keprihatinan karena banyak warga negaranya ikut menjadi korban, dan Britania telah mengaktifkan konsuler di lapangan.

Relevansi Boeing 787

Insiden ini merupakan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak mulai beroperasi, dan memicu wacana kemungkinan sementara melakukan grounding armada 787 di India sambil menunggu hasil investigasi

.Analisis Awal & Dampak
  • Sejumlah pakar penerbangan menyoroti potensi human error, seperti flap ditarik terlalu cepat, atau roda pendarat yang salah posisi .

  • Insiden ini jadi kecelakaan fatal pertama Boeing 787, menimbulkan tekanan bak ujian bagi reputasi Boeing dan maskapai Air India .

PoinDetail
Tanggal & Waktu        12 Juni 2025, pukul 13:38 IST
Pesawat            Boeing 787‑8 Dreamliner, Flight AI171, registrasi VT-ANB
Korban        241 meninggal di pesawat, 33 di darat, 1 penyintas
Penyebab Investigasi        Fokus pada mesin, flap, roda pendarat
Tindak Pemerintah        Grounding potensial, pemeriksaan armada, kompensasi
Dampak Global        Reputasi Boeing diuji; potensi kebijakan baru terkait 787
Tenutup

Kecelakaan AI171 bukan hanya soal kegagalan teknis atau statistik keselamatan. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan mimpi, meninggalkan luka mendalam pada keluarga, komunitas, dan sebuah bangsa.

Di tengah penyelidikan dan tuntutan akan keadilan, ada harapan bahwa dari tragedi ini akan muncul sistem keselamatan yang lebih kuat, teknologi yang lebih cermat, dan empati yang lebih luas. Karena dalam dunia penerbangan, setiap jiwa yang hilang adalah pelajaran yang tidak boleh dilupakan.


Post a Comment

أحدث أقدم