BM News : Iran Balas Serangan Israel dengan Ratusan Rudal Hipersonik & Drone

Gambar 1.1

About Us
Privacy Policy
Disclaimer
Contack Us

BM News, 14 Juni 2025 - Iran melancarkan serangan balasan masif terhadap Israel setelah serangan udara Israel pada 13 Juni (Operation Rising Lion) menargetkan fasilitas nuklir dan markas militer Iran, menewaskan sejumlah pejabat tinggi IRGC dan ilmuwan nuklir

1. Pemicu Serangan

  • Pada 13 Juni dini hari, Israel menyerang Natanz, Fordow, dan pangkalan militer Iran dengan lebih dari 200 jet tempur. Jenderal Mohammad Bagheri dan komandan IRGC Hossein Salami gugur 
  • Iran menyebut skala serangan tersebut sebagai “deklarasi perang” 


2. Gelombang Drone & Rudal Balistik (13 Juni)

  1. Iran meluncurkan lebih dari 100 drone kamikaze Shahed dan puluhan rudal balistik menuju wilayah Israel.
  2. IDF memberlakukan sirene dan menggunakan sistem pertahanan berlapis: Iron Dome, Arrow-3, THAAD, serta dukungan sekutu AS, Inggris, dan Yordania .
  3. Hasil awal: hampir semua target berhasil dihancurkan dan tidak ada dampak besar di wilayah Israel saat itu.

3. Meriam Hipersonik Iran (14 Juni)

  1. Pada 14 Juni dini hari (sekitar pukul 01.00 waktu setempat), Iran meluncurkan gelombang kedua rudal balistik/hipersonik, termasuk jenis seperti Fattah, Emad, dan Kheibar Shekan—beberapa diklaim mampu menempuh hampir 1.800 km.
  2. IDF mengklaim telah mencegat sebagian besar, tetapi beberapa berhasil menembus pertahanan, menyebabkan 1 warga tewas dan puluhan luka-luka di Tel Aviv dan sekitarnya.


Gambar 1.2

4. Dampak di Israel & Respons Sekutu

  1. Sirene darurat menyala di Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, bahkan Amman (Yordania).|
  2. Ben Gurion Airport sempat ditutup sementara.
  3. AS mengerahkan kapal perusak dan sistem pertahanan tambahan; Inggris dan Yordania turut mencegat proyektil masuk.
5. Kerusakan & Korban
LokasiDampak
Israel        1 tewas, ~60 luka; infrastruktur ringan rusak, bandara tertutup
Iran        Sebelumnya 78–90 tewas, >320 cedera dari serangan Israel

6. Analisis Strategis

  1. Iran menamai aksi ini Operation Truthful Promise atau “True Promise 3”, bertujuan menunjukkan kemampuan deteren yang tinggi.
  2. Meski Israel berhasil mencegat hampir keseluruhan, penggunaan rudal hipersonik menunjukkan peningkatan strategis dari Iran.
  3. Risiko eskalasi regional meningkat karena keterlibatan proxy seperti Hezbollah, Houthi, dan potensi dalam jaringan kawasan.

7. Suara Para Pemimpin

Ayatollah Khamenei: “Pembalasan ini baru permulaan; Israel harus siap menerima konsekuensi jauh lebih besar”.
PM Netanyahu: Menegaskan Iran akan “menanggung akibat penuh” dan bahwa pertahanan Israel terbukti mampu.
AS: Menegaskan tidak terlibat langsung, namun siap mendukung penuh Israel .


Gambar 1.3

Sesimpulan & What’s Next?

Serangan balasan Iran adalah eskalasi serius: ratusan drone & rudal hipersonik digunakan dalam dua gelombang besar pada 13–14 Juni 2025. Meskipun pertahanan Israel efektif, beberapa korban tetap terjadi dan konflik ini berpotensi meluas menjadi konfrontasi regional lebih besar.

👀 Pantau terus perkembangan dari sumber tepercaya untuk melihat respons selanjutnya—apakah Iran akan naikkan intensitas, atau Israel kembali serang. Saya siap bantu update lebih lanjut!

Post a Comment

أحدث أقدم